Selasa, 17 Februari 2009

Kura-Kura Berbahaya Bagi Anak-Anak


Kura-kura hewan peliharaan agaknya bukan hewan yang aman buat anak-anak, setelah seorang bayi usia empat minggu meninggal tahun ini, demikian dikatakan oleh Pusat Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular AS (CDC).

CDC menyampaikan kekhawatirannya bahwa hewan kura-kura yang diperjual dan diperbelikan sebagai hewan peliharaan semakin meningkat akhir-akhir ini walaupun adanya larangan untuk menjual kura-kura dengan diamater kulit punggungnya melebihi 4 inci (10 cm).

Bayi kura-kura merupakan hewan populer untuk dijadikan hewan peliharaan di Amerika Serikat sampai Badan pengawas Obat dan Makanan AS, FDA mengeluarkan larangan karena hewan tersebut meimbulkan banyak kasus berbagai penyakit serius bagi anak-anak.

Salmonella yang terdapat pada kotoran hewan kura-kura dapat berpindah ke manusia melalui kontak fisik baik secara langsung ataupun tak langsung dari hewan tersebut. Tak ada metoda yang dapat menjamin bahwa seekor hewan kura-kura itu bebas dari salmonella atau bakteri itu dapat dihilangkan dari kotoran hewan tersebut . Karena pada umumnya hampir semua kura-kura mengandung bakteri salmonella. Demikian hasil penelitian CDC dalam laporan kematian bayi empat minggu tersebut.

Penyakit yang diakibatkan salmonella tetap menjadi masalah kesehatan di AS, dengan perkiraan 1,4 juta nonthypoidal salmonella (salmonella bukan penyebab penyakit typhoid) menjadi penyebab infeksi pada manusia setiap tahunnya yang mengharuskan 15 ribu orang harus dirawat dirumah sakit dan 400 di antaranya berakhir dengan kematian.

Bayi yang terkena salmonella tersebut dibawa ke sebuah rumah sakit Florida ke ruang UGD dengan gejala demam tinggi dan kejang, sebelum akhirnya meninggal pada 1 Maret lalu walaupun sudah menerima pengobatan anti-biotika.

Tes terhadap bakteri yang diambil dari si bayi cocok dengan yang ditemukan pada kura-kura peliharaan yang merupakan hadiah pemberian seorang kenalan keluarga si bayi.

Hewan yang mengandung salmonella tidak sakit namun ia membawa mikroba tersebut.

CDC telah menelusuri 15 orang lainnya yang juga terinfeksi dengan rangkaian bakteri yang sama pada tahun 2006 dan 2007 dan menemumkan 80% di antara mereka melakukan kontak fisik langsung maupun tak langsung dengan seekor kura-kura sepekan sebelum jatuh sakit.

"Kasus-kasus tersebut memperlihatkan bahwa kura-kura kecil tetap menjadi sumber infeksi salmonella bagi manusia," kata CDC.

"Walaupun pemberian pengetahuan kepada masyarakat yang bertujuan untuk mencegah infeksi yang disebabkan salmonella sudah sangat memadai, agaknya larangan untuk memelihara kura-kura adalah cara yang paling efektif untuk mencegah kasus infeksi akibat salmonella."

Apabila bakteri itu menyebar dalam darah dapat menyebabkan sejumlah penyakit yang amat berbahaya yang mengancam keselamatan nyawa balita, lansia dan mereka yang tak memiliki sistem kekebalan yaitu orang yang hidup dengan AIDS atau pasien kanker.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

ihh...

Posting Komentar